Episode 2. Tinggalkan Ground Zero Zero menuju Safety Area…
Hari keempat, Selasa, 1 Juli 2008. Sekitar jam 10.00 kami menuju stasiun peluncuran Roket LAPAN Pameungpeuk. Sempat di kawal petugas keamanan waktu masuk. Tapi selanjutnya lancar aja, setelah kami bertemu si bos di sana. Kemudian kami menuju control room, tempat merakit roket uji muatan (RUM, roket ini produknya INWAGAN) yang akan diluncurkan. Lagi2 kami Cuma liat2, lha gak ada yang bisa kami kerjakan. Nha RUM ini terdiri dari motor roket, muatan roket (badan roket), dan nose (moncong roketnya). Kenapa dinamai Roket Uji Muatan? Karena roket ini memang hanya bertujuan untuk menguji muatan roketnya.Eh…ini kataku sih. Tapi sepertinya memang demikian. Dalam setiap peluncuran atau biasa disebut Uji Terbang Roket (UTR), diluncurkan beberapa roket dgn maksud pengujian yang berbeda2. Ada roket yang diuji bahan bakarnya (propelan); dengan bahan bakar sekian, roket akan mencapai ketinggian sekian, mampu mengangkat beban sekian, lintasannya seperti apa,dsb. RUM menguji muatan roketnya. Pada uji terbang kali ini, ada 3 RUM yang diluncurkan dengan muatan yang berbeda2. Muatan 1, GPS. Muatan 2, kamera CCTV. Dan RUM ketiga, untuk menguji parasut dan spanduk. Kami sempat menuju launching pad, bantu2 masang kabel, liat-liat. Dan selebihnya kami berada di control room, melihat kesibukkan para personel INWAGAN mempersiapkan RUM.
Saat ashar kami kembali ke rumah Andi, istirahat, sholat. Dan ketika sore menjelang, waktunya jalan2...:-) Sekitar jam16.30 kami ke pantai Santolo, dengan berbekal makanan kecil dan minuman. Sunset drive di pantai Santolo,…ajiiiibbb…!!! Pantainya indah banget bozz….sepi,bersih, pas sunset lagi…wah.. apik lah pokok e!!
Hari kelima, Rabu, 2 Juli 2008. Kata pegawai INWAGAN, peluncuran akan dilangsungkan pagi2 bgt, sekitar jam 05.30, sebelum anginnya gede. Karena RUM tidak bisa terbang dengan kecepatan angin sekitar di atas 5 knot. Maka, setelah bergulat dengan udara dingin Pameungpeuk, dan dengan malas harus mandi jam 05.00, kami pun menuju Stasiun Peluncuran Roket sekitar jam 06.00.
“Dari mana mas?” sapa petugas keamanan LAPAN.
“Dari UGM pak?” kata Andi.
“O ya….silakan mas”
Kami masuk ke stasiun peluncuran roket, bertemu kenalan, dan berjalan menuju Launching Pad. Hampir semua orang yang datang adalah orang2 LAPAN dari berbagai Deputi, dengan seragam putih-biru dan atribut LAPAN. Sehingga kami yang pakai baju preman, tampak bagai makhluk asing. Tapi dasar kita cuek, melenggang saja. Mahasiswa UGM…(Halah…)
Tapi, waktu peluncuran agak molor, sekitar jam07.00 atau jam08.00 baru dimulai. Saat yang mendebarkan bagi para engineer roket LAPAN.
Berikut ini spesifikasi roket yang diluncurkan:
ROKET RX70 (100% LOCAL CONTENT)
| Uraian | RX 70 LOCON |
| Misi | All system acceptance test |
| Panjang total | 1358 mm |
| Diameter luar roket | 70 mm |
| Berat total | 9.6 kg |
| Jenis propelan | HTPB |
| Berat propelan | 2 kg |
| Grain propelan | Bintang 8 |
| Bahan tabung motor | ASTM A312 |
| Thrust rata-rata | 210 kgf |
| Tekanan ruang bakar rata2 | 58 atm |
| Burning time | 1.6 detik |
| Prediksi ketinggian | 2.4 m |
| Mass ratio | 0.46 |
| Diagnostic payload | 0.24 kg |
| Potential payload | 0.6 kg |
| Prediksi jarak jangkau | 8.6 km |
ROKET RX320 (ROKET BALISTIK)
| Uraian | RX 3228.02.01 |
| Misi | UJI KUALIFIKASI SISTEM |
| Panjang total | 4755 mm |
| Diameter luar roket | 320 mm |
| Berat total | 598 kg |
| Jenis propelan | HTPB |
| Berat propelan | 254 kg |
| Grain propelan | Konfig. Ganda |
| Bahan tabung motor | ASTM A312 |
| Thrust rata-rata | 3500 kgf |
| Tekanan ruang bakar rata2 | 80 atm |
| Burning time | 13 detik |
| Prediksi ketinggian | 15 km |
| Mass ratio | 0.46 |
| Diagnostic payload | 10 kg |
| Potential payload | 65 kg |
| Prediksi jarak jangkau | 42 km |
ROKET RKX 10T03 (ROKET KENDALI)
| Uraian | RKX TO3 & TO4 |
| Panjang | 1725 mm |
| Letak COG | 101 cm |
| Diameter | 114 mm |
| Berat total | 33.16 kg |
| Bahan Material | SSA 304 |
| Panjang propelan | 400 mm |
| Diameter propelan | 100 mm |
| Thrust rata-rata | 275 kgf |
| Konfigurasi grain | STAR-7 |
| Burning time | 2.5 detik |
ROKET UJI MUATAN (RUM)
Panjang roket : 1145 mm
Diameter roket : 76 mm
Berat roket : 4500 mm
Berat propelan : 1000 gram
Panjang propelan : 110 mm
Prediksi ketingggian : 1 km
Roket jenis RUM inilah yang akan dilombakan dalam lomba uji muatan roket antaruniversitas di Jogja. Wanna participate?
“Tim SAE, Tim engineer, segera meninggalkan Ground ZERO ZERO menuju SAFETY AREA. Bunyikan alarm 3 kali. Tekan tombol FIRING. Hitung mundur 20 detik. 20…10,9,8,7,6,5,4,3,2,1…GO…!!!”
Dan wuuuzzzzzzzzz……
Satu per satu dari 14 roket pun diluncurkan…
Selepas dhuhur, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini aku dan Diva nebeng mobil staff LAPAN. Andi dan Ican nebeng mobil si bos.
Perjalanan yang panjang. Dan setelah tersadar, jalan yang kami lalui malam2 (diceritakan di episode 1) itu, dari Pameungpeuk ke Garut, melewati gunung dengan jurang2 terjal yang mempunyai sekitar 400 tikungan (menurut informasi dari orang LAPAN…kurang kerjaan banget ngitungin tikungan..). Kalau sepanjang perjalanan liat jalan terus, dijamin bakalan mual truz muntah…buset dah… Aku, Diva, dan Ican gak abis pikir, bisa2nya Andi idup di daerah ini, gemuk lagi…
“Yah nenek moyang asli sini. Mo gimana lagi??” kata Andi pasrah.
Setelah melewati banyak TOL, akhirnya kami sampai di Bogor jam 23.00. Sholat Isya’ dijama’ ma Maghrib, gosok gigi, tanpa mandi, langsung tergeletak bobo’ sampai pagi…
Baru lima hari kami lalui. Masih ada sekitar 25 hari lagi yang harus kami perjuangkan di sini…
To be continue…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar