


oke...saya usahakan ini adalah episode terakhir dari cerita saya yang panjang ini.
Setelah hari minggu kemaren kita berwisata, hari Senin ini, kami benar-benar akan meninggalkan LAPAN Rumpin. Revisi laporan dah beres. Sudah dijilid dengan rapi. Dan tentunya sudah lolos pengujian oleh mas Adi dan Pak Edi Cahya. Setelah semua urusan administrasi oke, di kantor kami tinggal nyantai. Dan saat main ke warung emak, kami pamitan lagi, krn kemaren jumat belum jadi pulang.
ahh, sudahlah, singkatnya, hari senin ini akhirnya kami angkat kaki dari mess LAPAN Rumpin. Ada rasa haru, sedih, dan...bahagia mungkin. Sempat berpamitan dengan tetangga mess juga lho. Dan tentunya berpamitan dengan mas Fajar, sang penjaga mess.
Aku, Andi, dan Diva berangkat naik angkot ke Serpong dulu. Aku ke stasiun Serpong, naik KRL jurusan Jakarta.Andi dan Diva ke terminal Pulo Gadung,Jakarta.
Aku turun di Stasiun Tanah Abang Jakarta, trus naik taksi ke Stasiun Ps.Senen, soalnya kereta bisnis ke Jogja berangkat dari sana. Tiket kereta sudah ku percayakan sebelumnya ke Ican yang dah duluan di Jakarta. Tapi ku tunggu2 di Stasiun Ps. Senen, Ican kagak ngongol-nongol. Be Teeeee buangettt. Sampai maghrib Ican belum dateng. Aku dah keringet-dingin-an, deg-degan, khawatir, cemas, bingung, dsb. Padahal kereta ke Jogja berangkat jam19.00.
Akhirnya sekitar jam 18.00 lebih, my most wanted person alian si Ican dateng. Mukanya emang keliatan merasa bersalah banget sih. Tapi dah keburu dongkol. Sebel banget. Langsung aja ku samber tiket di tangan Ican dan bergegas masuk peron, tanpa meninggalkan senyum dan sepatah kata pun ke Ican (kasian juga sih sebenernya, tapi kami akur lagi kok setelah itu...)
Sampai di peron, duduk2 dulu. Kereta ke Jogja dah dateng, jam 19.00 tepat akan segera berangkat. Jam 18.50, adzan isya berkumandang, karena tadi sholatnya gak di 'jama', maka aku sholat isya dulu berjamaah di masjid stasiun Senen. selesai sholat. kereta dah mo berangkat. bener2 dah mulai jalan.Waaaaaaaaaaaaa... aku ketinggalan kereta...
Ahh, gak juga, gak separah itu kok. Kereta memang sudah bergerak saat itu, tapi masih pemanasan. Masih sempat ku kejar. Ya, aku mengejar kereta. Untunlah masih bisa naik di gerbong paling belakang, kalo ga salah serbong 6 atau 7, atau 8 ya?? pokoknya paling belakang. Padahal, sodara-sodara, aku dapet tempat duduk di gerbong 2. Jadi aku musti jalan, menyusuri gerbong kereta dengan 1 tas ransel dan 1 tas jinjing yang buset berat buanget. Sampe orang2 pada ngeliatin tingkah anehku.. Tak apalah, setelah sampai di tempat duduk, langsung berniat untuk tidur. Bersiap menyambut mentari pagi di Jogja...
Hmm...cerita setelah sampai di Jogja tentunya sudah keluar konteks dan keluar dari tujuan awal cerita ini di buat. Akhirnya cerita petualangan kami berempat berakhir. Andi mungkin sudah sampai di Pameungpeuk, dan Diva juga mungkin sudah sampai di Banjarnegara.
Sejak awal proses KP, sampai pulang lagi ke JOgja, petualangan KP ini punya pengaruh buat masing2 diri kami. FROM LAPAN WITH LOVE. Aku sendiri gak tau mengapa aku memilih judul ini, cuma kalimat itu yang terlintas di kepala saat ingin menulis cerita KP ini. Bagi sebagian orang mungkin gak penting, tapi nyatanya bagi segelintir orang, termasuk aku, mengabadikan cerita pengalaman hidup ke dalam sebuah cerita begitu penting. Karena di suatu hari nanti, memori tentang sepenggal kisah hidup yang telah terlewat akan muncul, dan akan menjadi sangat menarik. Jadi, apa salahnya berbagi?
Mengapa membawa cinta dari LAPAN? Bukan apa-apa. Ini bisa bermakna banyak. Cinta kepada persahabatan. Cinta kepada ILMU. Cinta kepada bangsa dan negara ini (agak maksa ya..).Cinta kepada roket. Dan yang paling utama cinta kepada Alloh, yang senantiasa menjaga kami. Dan cinta-cinta yang lain.. Dan pengalaman di LAPAN inilah yang mengantarkan aku pada tahapan terakhir kuliahku. Ya, aku memilih minat fisika material dan instrumentasi, yang akhirnya mengerjakan aplikasi sensor dan mikrokontroler untuk 'final project'ku. (Semoga bisa segera ku tuntaskan. amin.)
Beginilah akhirnya. Biasa saja. Memang. Tak apalah. Semoga bisa bermanfaat.
Yesi wanna thanks to :
1. Alloh SWT
2. Kabag TU PUSTERAPAN, Bpk. Edi Sutanta
3. Kabid inwagan LAPAN, Bpk. Momon
4. Pak Edi Cahya
5. Mas Adi Wirawan
6. Pak Sunar
7. Pak Agus
8. Pak Ari, Kabid Komputasi
9. Pak Deden dan staf lab lainnya
10. Pak Ustadz,dkk di Curug
11.Emak dan Teteh di kantin inwagan
12.Pemeran Utama cerita ini: Andi, Ican, Diva.
13.dan semua pihak yang langsung atau tidak menjadi bagian dari cerita hidup kami.
Terima kasih semuanya...
dan inilah original soundtrack dari KP di LAPAN...
Lembayung Bali by Saras Dewi
mengapa pilih lagu ini? ini sangat berhubungan dengan Diva. hehehe...
THE END