welcome to my world...

Saat senja menyemburat jingga...kembalilah...
Saat senja menyemburat jingga...menyerahlah pada kelamnya malam...
Saat senja menyemburat jingga...biarkan bintang yang ganti bekerja...
Saat senja menyemburat jingga...kembali hadapkanlah wajahmu kepadaNya...
Dan saat senja menyemburat jingga...menangis dan bersandarlah pada Sang Pencipta...
Sebagai tanda syukur atas hari ini...

Senin, 20 Oktober 2008

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode.10. Serangan Teman Kecil...

Hari ke berapa ya???
Yang jelas hari Sabtu dan Ahad, 19,20 Juli 2008.
Seperti biasa, hari Sabtu dan Ahad adalah waktunya bermalas-malasan. tentunya bagi mereka yang memang malas. Tapi Sabtu pagi itu kami sibuk bersih2.Tumben rajin...

Bukan apa-apa. Masalahnya, setelah kami pulang dar silaturahim ke rumah pak Edi Sutanta tadi malam, mess kami diserang ribuan bahkan jutaan atau mungkin ratusan juta serangga hitam kecil, yang bisa mengeluarkan bau seperti walang sangit dan sangat mencintai foton alias suka tempat2 terang. buanyak sekali... saking banyaknya, ubin teras mess yang tadinya berwarna putih, jadi keliatan berwarna hitam karena tertutupi tubuh2 mungil serangga itu.

Setelah semalaman ngeri plus merinding melihat makhluk kecil sebanyak itu, pagi ni, kami harus menyapu serangga2 itu keluar dari mess.Dan saat disapu, tubuh2 mungil itu berbunyi "klotak..klotak..." hiiii....ngingetnya aja bikin geli...

Aku,seperti biasa, nyuci baju kalau hari Sabtu. Diva dan Ican masih asik ngobrol. Sedangkan Andi sudah cabut ke rumah Abangnya di Bogor pagi tadi. Setelah selesai nyuci dan siap2, aku meluncur menuju Bogor, ke workshop, ada keperluan. Dan tak lama kemudian Ican pun menuju Jakarta, ke rumah abangnya juga. Maka di mess hanya tersisa Diva seorang diri...

Tanpa sepengetahuanku, Diva telp Andi, karena ngeri di mess sendirian. Andi pun telp aku, yang lagi nge-mie di burjo deket workshop, nanyain kapan aku pulang. Rencanaku, aku mau pulang ke mess sekalian abis ashar..Mendengar nada bicara Diva yang sangat memelas (hehe...lebay), Andi segera pulang ke Rumpin. Dan aku pun segera pulang selepas ashar. Aku sampai di mess jam 18.30...O ya, ternyata Ican gak pulang hari ni. Dia mau jalan2 ke Bandung ma temen2nya dari Padang..Dasar...!!!

Hari ahadnya, bener2 cuma males2an, nothing special to tell. biasanya kalo lagi gak ada kerjaan gini, aku maksain ada kerjaan,satu2nya alternatif, ya...nyuci baju lagi.. Truz tidur siang..nyari makan..nge-game... Eee,tau-tau dah maghrib... Eee, tau tau lagi dah malem.. truz bobo' malem lagi deh...

To be continue....

Selasa, 07 Oktober 2008

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 9. Hari-hari di kantor…(continued)

Hari kedua puluh, Jumat, 18 Juli 2008. Pagi-pagi banget, hape-ku berdering,tanda ada sms masuk. Ternyata eh ternyata, sms tersebut dari mas Adi. Bunyinya kurang lebih begini :

“Maaf, hari ini saya gak ke kantor. Ada tugas untuk kalian: 1. menampilkan nilai tegangan pada semua pin ADC. 2. menampilkan data suhu dalam berbagai satuan (C,F,dll). Suk senin tak tes siji siji”

MasyaAllah apa lagi ni? Langsung aja sms tu ku balas:

“sik mas, ngomong apaan sih?hehe..ya ntar kita usahain mas”

Dan seperti biasanya, kami pun dengan semangat menuju ke kantor dengan baju batik di hari Jumat yang ceria ini.

Sampai di kantor,kami langsung….ngenet dulu..hehe…

Setelah itu,kami berdiskusi untuk menyelesaikan tugas dari mas adi. Kami memutuskan untuk memahami makna ‘every single word’ dari listing program yang telah dibuat agar kami tau harus membuat listing program yang seperti apa untuk menyelesaikan tugas dari mas adi. Listing program dan beberapa lembar datasheet ATMega8 kami cetak biar bisa di oret-oret. Dan akhirnya, mas adi sms lagi. Intinya, dia menanyakan apa tugas kami dah selesai. Ku bales smsnya “kami lagi mencoba untuk memahami makna listing programnya mas”

Mas Adi bales lagi “oke..selamat mengerjakan. Learning by doing aja.ntar lama-lama kalian paham sendiri”

Kami melanjutkan perjuangan dengan mulai mengerjakan listing program untuk tugas yang kedua , menampilkan data suhu dalam satuan Fahrenheit. Dicoba-coba, listing programnya diotak-atik, masih belum ketemu nilai yang diinginkan, sampai waktu sholat Jumat tiba. Andi dan Ican menuju masjid kompleks LAPAN dengan ‘nebeng’ tentunya karena jarak kantor ke masjid lumayan jauh,maklum kompleks LAPAN ni luas buanget. Nha kami yang permpuan masih penasaran dengan listing program yang belum jadi. Aku dan Diva masih ngotak-atik listing programnya sampai akhirnya muncul kata-kata dari mulutku “Div,makan yok…” hehe…kalau gak segera ke kantin, ntar kantin dikuasai makhluk-makhluk bernama lelaki…

Setelah sholat dan makan siang, kami berempat balik lagi ke kantor mengerjakan tugas dari mas Adi, yang satu pun belum berhasil kami selesaikan. Sampai akhirnya aku mulai bosan dan membiarkan temen2 yang lain nyelesaiin tugas kedua. Sedangkan aku…nge-net di ruang operator..hehe…

Beberapa menit kemudian terdengarlah teriakan keberhasilan dari ruang sebelah, ruang yang digunakan temen2 untuk ngerjain tugas. Wajah temen2 langsung sumringah demi menyaksikan bahwa mereka berhasil mengedit listing program dan menyelesaikan tugas kedua. Untuk tugas pertama, ntar dulu lah . alias nyeraaah….!!! Abiz, bener2 gak dong musti gimana. Padahal Andi dan Ican dulu dah pernah diajarin langsung ma mas adi tentang tugas pertama. Tapi tetep aja mereka gak dong dan sekarang lupa caranya. Wah…payah ni cowok2…(hehe bias gender ney..)

Sepulang kantor, seperti biasa kami bikin video “pulang kantor” yang menceritakan perjalanan kami dari kantor sampai mess. Tapi pas lewat deket Taman Energi Angin, kami ketemu pak Edi Sutanta, KASUBAG TU PUSTERAPAN LAPAN. Beliau memanggil kami, ngobrol-ngobrol, dan menawari kami untuk maen ke rumah beliau. Kami pun meniatkan untuk maen ke rumah beliau malam ini. Dengan tidak beli makan malam dulu, siapa tau di ajak makan bareng,,,hehe…. O ya, putra Pak Edi ni mahasiswa ELINS UGM angkatan 2007 loh…

Malamnya,kami beneran maen ke rumah Pak Edi. Di sana kami diajak ngobrol panjang lebar kali tinggi (kadang kami nyambung,kadang enggak…kayaknya banyak enggaknya deh…hehe…). Tapi di setiap ceritanya, beliau memotivasi kami untuk terus bertahan dan berjuang. Baik ya…

Dan akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu pun datang…Pak Edi ngajak kami makan bareng sekeluarga beliau…cihuy…kami sebenernya seneng bgt, tapi si Ican dengan tega dan dengan kencengnya bilang “wah harapanmu terkabul, Yes”, di deket Pak Edi pula. Kurang ajar,,padahal dia sendiri juga ngarep…

Wal hasil, malam itu kami lalui dengan kehangatan suasana kekeluargaan dengan Pak Edi sekeluarga…Matur nuwun Pak Edi…

To be continue…

Jumat, 03 Oktober 2008

RAMADHAN-KAN DIRI

Saudara...
Ramadhan berlalu
malam-malam yang hidup dengan tarawih berlalu
malam-malam yang ramai karena tadarus Quran, berlalu
hiruk pikuk sahur di pagi buta, berlalu
Ramadhan berlalu
tanpa kita tahu
akankah kita bertemu lagi

Saudara...
benarkah Ramadhan yang baru saja berlalu
adalah ramadhan terbaik
seumur hidup kita??
apakah keshalihan-keshalihan Ramadhan
masih tetap ada dalam diri kita?
ataukah kita terlena dengan
gegap gempita Idul Fitri
terlena dengan sajian-sajian Lebaran
hingga kekenyangan
terlena dengan obrolan-obrolan bersama
hingga lupa sholat...
picik dengan makna Idul Fitri...

Idul Fitri begitu suci untuk dilewatkan
hanya dgn makan-makan
ngobrol ngalor-ngidul
pamer baju baru...
silaturahim begitu indah untuk dijalani hanya dengan itu semua

maka Syawal adalah Ramadhan
Dhulqo'dah adalah Ramadhan
Dhulhijjah adalah Ramadhan
Muharram adalah Ramadhan
dan seterusnya...
Ramadhan harus tetap hidup di setiap saat hidup kita
di setiap bulan..
malam-malamnya harus tetap hidup dgn tahajjud
siang malamnya harus tetap ramai dengan tilawah al quran
hari-harinya harus tetap penuh perjuangan
menahan nafsu...
Ramadhan harus terus hidup dalam diri kita...
karena ia membawa ketenangan
semangatnya menginspirasi setiap langkah perjuangan
di 11bulan ke depan

Ya Rabb
pertemukan ku lagi dengan Ramadhan tahun depan...

Kamis, 28 Agustus 2008

WELCOME BACK RAMADHAN...

Saudaraku...
Tamu agung itu segera hadir
sudahkah kita siapkan karpet merah
dekorasi yang indah
untuk mmenyambutnya?

Ya..
Ramadhan segera tiba
sudahkah kita siapkan diri untuk menyambutnya?
menyambut hari-harinya yang penuh berkah?
menyambut saat-saatnya yang penuh ampunan dan
menyambut detik-detiknya yang penuh lipatan pahala
apakah kita akan menyambutnya dengan penuh kerinduan?
atau penuh gerutuan?

akankah Ramadhan kali ini jadi yang terindah?
ataukah akan jadi biasa-biasa saja?
akankah kita melewat Ramadhan kali ini hanya karena sebuah rutinitas tiap tahun?
atau akan kita isi dengan sesuatu yang spesial?

Saudaraku...
tamu agung itu hanya hadir 1 bulan dalam 1 tahun
1 bulan yang seharusnya bisa menjadikan kita jauh lebih baik
yang mementukan bagaimana 11 bulan ke depan
akankah ini jadi Ramadhan terindah dalam hidup kita?
mungkin sekaligus menjadi yang terakhir...

Sabtu, 23 Agustus 2008

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 8. Hari-hari di kantor…(continued)

Hari kedelapan belas, Rabu, 16 Juli 2008. As usual, setelah sampai kantor pagi ini kami langsung nge-net dulu… baru kemudian kami lanjutkan belajar akses ADC dan serial.

Kira2 setelah makan siang Pak Sunar tiba2 memberi kami listing program yang sudah siap di compile dan di eksekusi. Di coba-coba, di utak atik, di hapus tulis, di gonta ganti, tampilan pada LCD tetep belum sesuai dgn data yang dikirim lewat komunikasi serial dari mikrokontroler. Ada apa gerangan?

Pada saat2 seperti inilah, kemampuan trouble shooting di perlukan. Perlu intuisi yang tajam. Dan intuisi elektronika-nya Pak Sunar mengarah ke hardware sambungan serialnya yang gak beres. Setelah rangkaian kami diganti dgn rangkaian lain milik Pak Sunar dgn jenis mikrokontroler yang sama, ternyata berhasil. Data yang di tampilkan pada LCD sama persis dengan data yang dikirim oleh program yang kami buat. Perlu kita ketahui bersama bahwa memunculkan intuisi untuk menyelesaikan masalah tersebut tidaklah sebentar, memerlukan waktu yang cukup lama. Kalo gak sabar, kita gak akan tahu penyelesaiannya.

Akhirnya jam kantor selesai juga. Sebelum pulang, Pak Sunar pesen kalo besok kami diminta untuk presentasi. Karena yang seruangan dgn Pak Sunar aku dan Diva, keberhasilan akses serial tadi pun hanya diketahui oleh kami, para perempuan. Sedangkan Andi dan Ican di ruangan seberang, tidak ikut menikmati keberhasilan kami. Mereka bahkan belum berhasil mengakses serial. Alhasil, mereka (Andi dan Ican) memutuskan untuk belajar dgn mas Adi secara privat di workshop. Dan kami, para perempuan ditinggal di mess. Tapi, itu bukan suatu kesedihan bagi kami. Aku dan Diva malah seneng…

Malam itu, aku dan Diva menghabiskan waktu dgn nonton film yang di-copy (baca= dibajak) oleh Andi di laptopnya yang ditinggal di mess. Sedangkan sekitar 120 km dari mess LAPAN Rumpin, Andi dan Ican dengan keras belajar akses ADC dan serial sampai pagi… hehe…

Hari kesembilan belas, Kamis, 17 Juli 2008. Aku dan Diva berangkat kantor duluan karena Andi dan Ican belum pulang dari workshop. Tapi anehnya kami nyampe kantor hampir bebarengan. Paling Cuma selisih 15 menit. (sebenernya gak terlalu aneh juga sih..lebay aja…he).

Aku dan Diva berharap banyak dari Andi dan Ican yang sudah privat ma mas Adi. Tapi mungkin emang kalo ngejelasin lagi agak susah. Jadinya, antara kami, para perempuan, dan mereka, para lelaki, gak jauh beda dari segi pemahaman cara mengakses serial. Sekarang, dengan rangkaian DT PROTO 51 yang kami punya, bukan yang punya Pak Sunar, dan dengan listing program dalam bahasa C yang dibawa Andi dan Ican dari workshop, kami coba lagi cara akses ADC dan serial. Keberhasilan diindikasikan dengan samanya nilai tegangan input ADC dengan nilai tegangan yang ditampilkan pada LCD. Mengapa demikian? Karena memang data yang dikirim secara serial ke LCD merupakan nilai tegangan input semua pin ADC pada mikrokontroler yang kira-kira 5000 milivolt.

Setelah berhasil menampilkan nilai tegangan ADC, yang berarti juga berhsail mengakses serial atau mengirim data secara serial, next step is mengirim nilai tegangan suatu baterai yang dihubungkan pada pin ADC. Keberhasilan diindikasikan lagi dengan samanya nilai tegangan baterai dengan nilai tegangan yang tertampilkan pada layar monitor. Pengiriman data secara serial sehingga bisa dibaca di LCD. Awalnya kami masih kesulitan dengan tugas ini. Tetapi kemudian Pak Sunar dan Mas Adi membantu kami untuk bisa selangkah lagi lebih maju.

Tegangan batu baterai selesai di baca. Kami langsung melejit dengan mulai memasang sensor suhu LM35 dan mengukur keluaran suhunya. Di coba-coba, dan dengan di bantu para pembimbing kami, akhirnya kami berhasil mengukur suhu ruangan dengan sensor dan menampilkan hasilnya pada layar monitor. Mulai dari data kasar yang masih berupa perubahan tegangan dalam milivolt dari sensor suhu sebagai respon dari perubahan suhu lingkungan, sampai ke data halus, dengan tampilan hasil pengukuran suhu sudah dalam derajat celcius dua angka di belakang koma.

Listing program yang kami pakai seharian ini merupakan hasil bimbingan dari mas Adi. Nha, kalo listing program yang aku dan Diva pake kemaren merupakan program racikan Pak Sunar. Sehingga aku pun mencoba menjalankan project yang sama, yaitu mengirim data hasil konversi ADC, secara serial, dengan listing program dari Pak Sunar. Karena terkadang antara satu orang dgn yang lain cara membuat listing programnya berbeda meski untuk project yang sama. Ternyata susah. Sampai akhirnya mas Adi turun tangan. Sekaliber mas Adi pun masih memerlukan waktu yang lumayan lama (sampai jam kantor abiz..) untuk bisa menjalankan program tersebut. Berarti wajar-lah nek aku gak bisa…(pembelaan diri ni maksudnya…hehe..).

Cihuy…sudah dua puluh hari kami di sini. Tinggal sekitar 10 hari lagi…

Tetep semangat!!!!

To be continue…

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 7. Hari-hari di kantor…(continued)

Hari keenam belas, Senin, 14 Juli 2008. Hari keempatbelas dan kelimabelas (Sabtu,120708 dan Ahad,130708) sudah diceritakan di episode enam. Jadi di episode ini langsung hari keenam belas. Senin ini Andi, Ican , dan Diva berangkat kantor seperti biasa, jam 07.30. aku baru sampai LAPAN sekitar jam 07.30 setelah dari Jogja, dana bru ke kentor sekitar jam 08.30 Jadwal kami minggu ini adalah belajar akses ADC. Maka kami pun mulai mengumpulkan informasi tentang akses ADC. Tapi sebelum itu kami sudah dapat rangkaian DT PROTO dgn mikrokontroler jenis AVR ATmega8, yang kami pinjam dari mas Adi di workshop. Hari ini kami mencoba menjalankan mikrokontroler untuk aplikasi yang paling sederhana yaitu menghidupkan lampu LED.

Untuk menjalankan aplikasi yang diinginkan dari mikrokontroler, rangkaian harus disambungkan dengan sambungan paralel LPT1 ke PC. Sambungan ini untuk “mengisi” mikrokontroler dengan program sesuai dgn aplikasi yang diinginkan melalui ISP (In-System Programming) header. Karena ngeliat tu alat juga pertama kali ini, kami gak tau gimana cara pakainya. Oleh karena itu, kami beranikan diri nanya ke pembimbing kami.

Setelah dicoba-coba ma pembi,bing kami, ternyata mikrokontroler (MK) belum mau bekerja. Dan setelah cukup lama kami bingung dengan permasalahan yang kami hadapi tersebut, akhirnya pembimbing kami menemuka pokok masalahnya. Ternyata MK memerlukan tegangan masukan dari adaptor sebesar 9-12 volt. Sedangkan yang kami pake tadi Cuma 5 volt. Walaupun di datasheet MK menyebutkan VCC (tegangan masukan MK) sebesar 5 volt. Setelah adaptor diganti yang 12 volt dan setelah MK diisi program dgn software pemrogram Code Vision AVR (biasa disingkat CV AVR, dgn bahasa C, tapi software ini khusus untuk pemrogram MK jenis AVR yg diproduksi oleh ATMEL), akhirnya kami berhasil menyalakan lampu LED dengan setting lampu LED hidup-mati.

Berhasil menyalakan lampu LED, kami lanjutkan mencari info tentang akses ADC. Apaan sih ADC? ADC merupakan singkatan dari Analog to Digital Converter. Sensor suhu bekerja dengan mengubah suhu lingkungan menjadi tegangan listrik. Artinya setiap perubahan suhu akan menimbulkan perubahan tegangan. Suhu merupakan contoh tegangan analog yang dicirikan dengan grafik yang kontinyu. Sedangkan data yang bisa dibaca computer adalah data digital (diskrit). Sehingga dibutuhkan “tukang” konversi dari tegangan analog ke data digital yang bernama ADC. Cara baca hasil konversi dari ADC inilah yang kami pelajari minggu ini. Akses ADC membutuhkan program tersendiri dari CV AVR.

Seharian ini itulah yang kami kerjakan. Tentu selain pekerjaan sampingan yang wajib bagi kami yaitu nge-net dan kadang2 chatting juga…hehe…

Hari ketujuh belas, Selasa, 15Juli 2008. Masih seperti biasanya, kami berangkat ke kantor sekitar jam 08.00, nyampai kantor sekitar jam 08.25. Dan seperti biasanya juga, kantor masih sepi, paling baru ada satu dua orang.

Hari ini kami masih mempelajari akses ADC dan serial. Mula- mula buka dulu software Code Vision AVR, trus pake code AVR wizard. Dengan AVR wizard ini kita tinggal mengisikan main program dan inisialisasinya, yang lainnya sudah diisikan oleh software. Tinggal pilih jenis mikrokontrolernya, pilih ADC enable, generate,save,and exit. Udah deh. Njut piye? Truz gimana?

Tidak ada reaksi apapun pada rangkaian. Kami dah bingung. Akhirnya ku beranikan diri sms mas Adi untuk nanya gimana cara akses ADCnya. Dan di balas. Setelah dicoba buat program lagi sesuai instruksi mas Adi, tetap tidak terjadi apa-apa. Wah gimana ni? Pembimbing kami, Pak Sunar, keliatan lagi sibuk. Gak enak kalo ganggu. Akhirnya, kami menyebrang ke ruangan depan untuk nanya pembimbing kami yang satunya, Pak Agus. Beliau langsung nge-cek program kami. Menurut beliau, programnya udah bener, Cuma butuh beberapa revisi. Sekarang main programnya diisi untuk komunikasi serial-nya. Agar data dapat ditampilkan pada LCD.

Disela-sela keasyikan kami membahas ADC dan serial, sembari nge-net, sayup-sayup terdengar suara yang tidak asing bagi kami. Bahkan sering membuat kami bergidik. Ya, tidak salah lagi, itu suara si bos. Hari ini si bos ngantor, dan kami belum nyiapin mental untuk menghadapinya. Dan tentunya seperti biasa, si bos mengundang kami berempat ke ruangannya. (paragrap ini lebay bgt yah…)

“gimana perkembangannya?” kata si bos memulai sidang.

Dengan bangga ku jawab “ kami sudah bisa ngidupin LED pak”

“bisa ngidupin LED , tapi paham gak?” kata si bos langsung menyiutkan nyali.

Tapi untungnya Pak Agus memuji kami “iya pak, bagus ni mahasiswa, sudah bisa ngidupin LED. Tinggal nanti akses serial.”

Ahh, itulah pertolongan Allah pada hamba2nya lewat Pak Agus. Alhamdulillah.

Obrolan kami selanjutnya aku lupa yang jelas hari ini si bos agak lunak. (hehe emangnya kerupuk melempem…).

Kami ditugasi untuk presentasi tentang cara akses ADC, serial, dan sensor suhu LM35. Bagi tugas belajar biar terasa lebih ringan. Aku pilih ngerjain sensor suhu LM35. Dan untungnya pas si bos menghampiri mejaku, aku lagi ngerjain tugas presentasi tersebut. Huff…selamatlah imej ku…hehe…

Saat makan siang aku sempet di ajak ngobrol ma si bos. Ya aku dan si bos emang lumayan bisa ngobrol. Do you know why? Aku dan si bos sekampung. Bisa dibilang tetanggaan. Rumah beliau RW8, rumahku RW7. Bahkan, keponakannya dulu temen SD dan SMP ku. Dan bahkan lagi, om ku temen deket si bos sejak SD sampai SMP. Ini merupakan satu bukti lagi kalo dunia tu sempit, at least menurutku. Dari obrolan singkat ini, aku baru melihat maksud baik si bos. Beliau ingin kami di LAPAN gak Cuma sebulan (yang bener aja…) agar kami bisa lebih membuka wawasan kami tentang “dunia luar”. Jadi, si bos ingin orang MIPA FISIKA gak Cuma berkutat jadi dosen, tentor, guru, tapi juga bisa ke mana-mana. O ya, dah tak critain belum yah kalo si bos ini alumni FISIKA UGM tahun 80-an, semasa FISIKA masih bersatu, belum tercerai berai menjadi FISIKA, ELINS, dan GEOFISIKA. Beliau ni lulusan S1 FISIKA UGM dan S2 TE ITB.

Dari kantin Andi dah sms dan miskol, gak tau apa kalo aku sedang terjebak obrolan dgn si bos. Tapi segera si bos mengakhiri obrolannya dan pulang. Selama seminggu ini beliau akan ke luar kota, ke Jogja untuk ngurusin Lomba RUM, dan water rocket di Bantul. Gak tau kami musti sedih atau senang. Tapi finally, kami memilih untuk SENANG…hehe…

Ada kejadian apa lagi besok??? Stay tune baca ceritaku ya… dah cape'-cape' ngetik ni, masa gak ada yang mau baca cih…hihihi…

To be continue…

Kamis, 21 Agustus 2008

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode.6 Hari-hari di kantor…

Hari ketigabelas, Rabu, 9 Juli 2008. Hari ini kami berangkat pagi seperti biasanya, sekitar jam 08.00 dan sampai kantor sekitar jam 08.25. Dan seperti biasa kantor masih sepi. Kami sudah punya ruangan yang boleh dipake selama kami kerja praktek di INWAGAN. Hebat kan??? Hehe… Kegiatan pertama sesampai di kantor…
1. hidupkan komputer
2. buka YM (yahoo messenger)
3. buka email
4. buka google
Wah pokoknya kerjaan pertama kami ada nge-net terus bozz…
Tapi setelah ritual awal itu selesai kami berkutat kembali dengan Protel, di samba ne-net juga. Hehe.. Hari ni kami mulai desain layout PCB. Kami diajari gimana bikin desain PCB yang bagus ma pembimbing kami. Tata letak tiap komponennya, perbesar hole biar kaki2 komponen bisa masuk, perbesar timah untuk solderan,dsb. Seharian kami nyelesaiin desain PCB.
Langsung ke next day aja yah…


Hari keempatbelas, Kamis, 10 Juli 2008. Ritual wajib, jalan kaki ke kantor sekitar setengah jam. Lakukan ritual pertama waktu nyampe kantor. Truz lanjutkan pekerjaan kami nyelesaiin desain PCB kami masing-masing.
Tapi tak disangka tak diduga. Gak ada angin gak ada ujan. Gak ada Dewi Persik apalagi Inul Daratista, si bos datang ke kantor. Ya emang sejak Selasa sampai Kamis si bos pergi ke luar kota. Kami jadi agak tenang di kantor. Tapi hari ni si bos datang dan…
“ayo sini yang pkl ngumpul dulu, Gus, Sunar” si bos manggil kami dan kedua pembimbing kami, Pak Agus dan Pak Sunar.
Wah bakal ada interogasi lagi neh…Perasaan dah gak enak aja niy…
“gimana dah sampai mana?” Tanya si bos.
“desain PCB dah jadi, Pak” kata kami.
“dah di print?”
“belum Pak”
“ya udah di print aja, wong ada printer kan”
“ya Pak”
Aku dan Diva berdiri mau ngeprint skematik PCB dan desain layout PCB. Tapi ternyata ngeprint desain layout PCB gak segampang yang kami duga. Wah gimana ngeprintnya nih?? Akhirnya kami nanya ma sekretaris si bos gimana cara ngeprintnya. Ternyata mas-nya juga gak bisa. Akhirnya manggil Pak Agus untuk bantuin kami ngeprint. Setelah kembali ke ruangan si bos, beliaupun berkomentar,
“wah gimana to? Berarti belajar protel-nya belum berhasil nih. Belajar protel tu harus sampai bisa ngeprint”
Deg. Waktu serasa berhenti. Wah salah lagi ni di mata si bos.
“ya udah, ini sudah lumayan. Langsung aja di pesan PCBnya lewat email. Satu orang, dua”
“oke sekarang ayo di tulis di papan apa aja target yang akan kalian lakukan selama KP” kata si bos lagi.
Dan Andi pun maju ke whiteboard yang ada di ruangan si bos menulis rencana kegiatan kami selama KP.
1. Belajar Protel
2. belajar akses ADC
3. belajar akses Serial
4. belajar Timer.
“wah itu bukan target tapi kegiatan” kata si bos.
“kalau target berarti, sampai bisa Protel, bisa akses ADC, bisa akses serial, dst” lanjut si bos.
“sekarang coba tulis niatan kalian dari Jogja sampai ke sini” kata si bos lagi.
Dan aku maju, nulis
1. menerapkan ilmu material processing pada teknologi dirgantara (wuizzz…puitis coy..hehe )
2. mencari pengalaman kerja.
3. mencari link dengan orang2 pintar (yang satu ini Ican yang nulis)
“oke niatannya dah mulia. Tapi walaupun yang nomor satu gak sesuai, gak pa pa ya. Nomor dua dan tiga kan bisa sambil jalan. Jadi sekarang enaknya mereka bikin apa ni, Gus, Nar?” Tanya si bos ke Pak Agus dan Pak Sunar.
“ehm…Data akuisisi suhu aja, Pak” kata Pak Sunar.
“OKE, Data Akuisisi Suhu Berbasis Mikrokontroler AVR ATmega8 ya?”
“Ya Pak. Berarti gak perlu belajar Timer”
Dan akhirnya, Data Akuisisi Suhu Berbasis Mikrokontroler AVR ATmega8 inilah yang akan kami kerjakan selama kurang lebih tiga minggu.
“lha kalo alatnya belum jadi gimana caranya belajar akses ADC?”
“belajar dari alat yang sudah ada Pak” kata Andi.
“ya bener, jadi semua tu ada solusinya. Ya udah selama nunggu PCB dipesen, kalian belajar ADC dengan beli rangkaian DT PROTO di Glodok atau ambil di Workshop, pinjem mas Adi” kata si bos menutup pertemuan ini.
Dan setelah menyelesaikan desain layout PCB kami masing-masing dan memberikannya pada Pak Agus untuk diperiksa, pada hari Kamis. Jumat ini desain PCB mulai di kirim Pak Agus lewat email ke jasa pembuatan PCB di Bandung.
Hari ini kami sudah mendapat kejelasan atas apa yang akan kami lakukan di sini selama sekitar tiga minggu kedepan. Dan jumat ini aku ada rencana pulang ke Jogja karena mw ke nikahan temen.
Pulang kantor aku langsung packing, truz naik angkot ke stasiun Serpong, naik KRL ke Tanah Abang. Dari stasiun Tanah Abang ke stasiun ke stasiun Pasar Senen. Nha sekarang ini cerita pribadiku yang gak kalah seru. Hehe..
Di stasiun Pasar Senen aku beli tiket kereta Senja Utama Jogja yang berangkat sekitar jam 19.00. Tapi sayangnya aku dapatnya tiket no seat alias gak dapet tempat duduk. Wah gimana ni, masa berdiri sepanjang perjalanan?
Setelah kereta dateng, aku menuju gerbong belakang, sekitar gerbong 7 atau 8. Aku berdiri di deket pintu gerbong. Untungnya ada orang yang nawarin tempat duduk di deketnya. Eit tunggu dulu ni bukan tempat duduk biasa. Lesehan bozz… deket pintu, deket sambungan gerbong, yang saat malam duinginnn bgtz…jadi sepanjang perjalanan dari Jakarta-Jogja aku duduk di lesehan beralaskan beberapa lembar koran, di deket pintu, deket toilet, deket sambungan gerbong, dingin bangetz… wah, adakah di antara kalian pernah ngalamin kejadian kayak gini?atau lebih tragis lagi? Huff…
Jadi weekend ni aku sempet pulang ke rumah dan ke Jogja. Ican ke Glodok nyari DT PROTO. Andi dan Diva ke Bogor, ke workshop pinjem DT PROTO dan sensor suhunya.


To be continue…


FROM LAPAN WITH LOVE..Episode.5 Workshop-Rumpin what’s up bro??

Hari kesebelas, Selasa, 8 Juli 2008. Hari ini kami pindahan. Dari workshop ke Rumpin. Ke mess LAPAN. Dari workshop ke LAPAN, kami nebeng si bos dengan bawaan yang segambreng. Satu mobil ada aku, Diva, Andi, Mas Adi, dan si bos tentunya. Ican? Masih di Jakarta.

Di mobil, lagi2 kami kalah telak saat di interogasi si bos.

“gimana? Dah sampai mana belajar protelnya?” Tanya si bos.
“udah bisa mengoperasikan protel Pak” jawabku.
“jangan Cuma bisa mengoperasikan dong. Kalian bikin PCB baru pake protel itu”
Waduh… Kami emang dah bisa ngoperasiin protel. Bisa gambar skematik PCB. Tapi latihan kami kemaren2 tu baru menggambar lagi skema PCB yang sudah ada. Kalo bikin PCB yang bener2 baru dari awal sampai jadi desain PCB nya, ya…kami belum bisa. Tapi untunglah, mas Adi “membela” kami.

“kalo gak bener2 didampingi tu emang susah belajar protel” kata Mas Adi “ dan kemaren di workshop saya juga lagi sibuk” lanjutnya.

Huff…alhamdulillah…kami lumayan tertolong dengan pernyataan mas Adi barusan.

“dan mereka juga bukan anak fisika instrumentasi” kata mas Adi lagi.
“ooo…iya to?”kata si bos.
Lha baru tau to? Batin kami. Wah…kacau. Pantesan beliau memperlakukan kami seperti seorang anak ELINS. Dan kami jadi tampak seperti anak ELINS yang ketahuan selalu tidur pas kuliah, di mata si bos. Di tanyain ini itu, gak ada yang tau.
“iya, material ya?” kata mas Adi sambil nengok ke kami.

“Iya” jawab kami hampir barengan.
“ooo…ya gak papa…kan belajar gak mesti di kuliahan. Ya Di?” Kata si bos sambil nengok ke mas Adi.
“iya. Saya juga fisika lho dulu, tapi fisika instrumentasi. Saya bisa mikrokontroler juga bukan di kuliahan”

“ ya udah, sekarang kalian bikin development kit board ya...bla..bla…bla. ngerti? Kalau saya ngomong di catet…”kata si bos.
Diva langsung ngeluarin buku dan pulpen. Tapi gak tau mesti nyatet apa. Gak ngerti si bos ngomongin apa. Istilahnya asing semua.
Ya Robbi, perjalanan dari workshop ke Rumpin harusnya Cuma 1.5 jam. Tapi rasanya jadi 1.5 abad. Lamaaaa bgt. Kapan nyampenya ni???? Dan setelah gerbang LAPAN terlihat, hati rasanya ploooooonggg bgt. Ambil kunci mess ke salah satu pegawai INWAGAN, ke mess, lalu kami pun diizinkan untuk naruh barang2 dulu di mess.

Saat makan siang, kami berangkat ke kantor. Pengennya sih langsung mampir kantin, tapi gak enak ma si bos. Akhirnnya kami masuk kantor dulu.
Di kantor, akhirnya mas Adi menjelaskan kepada kami apa yang diperintahkan si bos di mobil tadi. Di kasih file2 yang bersangkutan dengan tugas tersebut. Hari itu kami mulai ngerjain tugas. Difasilitasi satu komputer. Andi pake laptopnya sendiri.

Kami mulai dengan ngerjain skematik PCB dengan protel. Seharian kami ngerjain itu.
Ican sampai mess LAPAN, dari Jakarta, dah siang dan gak nyusul kami ke kantor.

Hari kedua kami ngantor, berjalan lancar. Hari berikutnya? Akan jadi lebih baik. Itulah yang mesti diperjuangkan setiap hari…

Hari keduabelas, Rabu, 9 Juli 2008. Berangkat ke kantor sekitar jam 08.00 sampai di kantor INWAGAN sekitar jam 08.25. Jalan kaki (kebayang gak seberapa luasnya komplek LAPAN??). Itu pun, kami sampai di kantor pertama. Kantor masih sepi.

Hari kedua, kami masih berkutat dengan protel. Masih ngerjain skematiknya. Lumayan susah sih,.. ada beberapa komponen yang harus ditambahkan dan digambar sendiri.

Yah…seharian masih ngerjain protel. Dan tentunya kegiatan sampingan lainnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah….nge-net. Hehe…aji mumpung bozz… mumpung bisa nge-net gratis, cepet pula. Tapi tentunya tidak mengabaikan tugas utama kami…

Jam makan siang, kami sholat dhuhur, truz makan siang di warung bu Mul (hatur nuhun nya mak…).
“Dah neng, catet aja, dah di bayar si bos” kata bu Mul.
Alhamdulillah, kami makan dengan gratis karena biaya makan siang dah di tanggung si bos (Bidang INWAGAN).

Abis makan siang, ngerjain tugas lagi. Si bos dah pulang. Kita jadi bisa agak lega.

Saat jam pulang kantor, jam 16.00. Setelah sholat ashar kami pulang ke mess jalan kaki.

Baru 12hari, perjuangan di LAPAN masih belum berakhir…



To be continue…





FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 4. 21 ribu duduk versus 14 ribu berdiri…

Episode 4. 21 ribu duduk versus 14 ribu berdiri…

Hari kedelapan, Sabtu, 5 Juli 2008. Wah…hari Sabtu ngapain ya?? Pagi2 aku nyuci, dah banyak baju kotor je… Diva? biasa…pagi2 nonton infotainment, berharap dirinya masuk di acara itu. Tapi sayang, harapannya tak bersambut. Kalo ada infotainment tingkat kelurahannya, mungkin aja dia masuk… pagi gossip, siang Silet, sore? Insert Investigasi. Infotainment por eper lah… Andi? Wah ni anak, bolak-balik tidur… dan parahnya, ketahuan si bos lagi…Emang, si bos biasa ngadain sidak alias inspeksi mendadak ke workshop. Dan pada saat itu, Andi-lah yang kena sidak.

“Waaa, gimana ni kok malah tidur terus…” kata si bos.
Dan Andi hanya terdiam seribu bahasa.

Ican, yang notabene doyan tidur, selamat dari sidak. Do you know why?
Soalnya…dia balik ke Jakarta. (nya heuheuh atuh…!!!)

Hari kesembilan, Ahad, 6 Juli 2008. Owh…hari ni sama aja, gak ada kerjaan. Buat ngisi waktu, aku nyuci lagi aja. Rajin ya? Diva, Andi, ngapain ya? Lupa ah. Pokoknya hari sabtu-ahad, kerjaan kami Cuma nyantai2 aja…

Sampai akhirnya ada sebuah sms masuk ke hapeku yang membuat kami lega dan optimis kembali(ehm,lupa ni, smsnya sampai hari sabtu atau hari ahad…). Sms itu dari pak Ahmad. Bunyinya kurang lebih seperti ini :
“yesi, sy sudah bilang ke p’cahya ttg kondisi kalian.insyaAllah baliau bisa Bantu,aktif kerja hari senin.”

Serasa mendapat angin segar. Sesegar es kelapa muda di siang bolong saat musim kemarau panjang. Sesegar angin sore di pantai Santolo. Sesegar es jeruk di burjo Geulis, samping kosan. Pokoknya, kita langsung optimis, bahwa senin besok akan ada jalan keluar atas semua masalah kami.

Sebuah bekal optimisme, cukup membuat kami tidur pulas, dan menghadapi hari senin dengan semangat…



Hari kesepuluh, Senin, 7 Juli 2008. Yeah…senin datang juga… Dengan semangat aku mandi jam 05.30. Sampai Andi terharu dan ikut semangat mandi pagi2 juga. Sekitar jam 07.00 kami berangkat ke komplek LAPAN, tanpa tahu angkot apa yang harus kami naiki. Kami Cuma tau angkot pertama yang harus kami naiki adalah angkot jurusan Bogor-Parung. Karena komplek LAPAN alamatnya di Rumpin, dari Parung kami naik angkot jurusan Rumpin. Tapi, firasat dah gak enak ni...

Setelah sekian lama di angkot, akhirnya kami terpaksa harus diturunkan di suatu tempat yang sama sekali gak kami kenal. Sampai kami beranggapan bahwa daerah itu juga gak ada di peta. Tapi ternyata tempat itu ada namanya,yaitu Janala. O ya kami terpaksa diturunkan di situ bukan karena kami gak mau bayar. Bukan pula karena kami terlalu cakep sampai gak ada penumpang lain yang PeDe bersanding dengan kami. Melainkan karena tempat itu merupakan tempat pemberhentian terakhir, sedangkan LAPAN ternyata masih jauh. Setelah kami turun dari angkot, langsung kami diserbu tukang ojeg yang menawari ojeg sehaga 20ribu. Wah naik angkot itu tadi aja abiz 10ribu, masa’ naik ojeg 20 ribu lagi? Tekorlah kami.

Akhirnya kami telpon salah satu kenalan kami yang merupakan staff INWAGAN LAPAN. Katanya kami harus naik angkot lagi ke daerah Cicangkal. Padahal angkot ke Cicangkal tu gak banyak. Wah…piye iki???

Ada angkot dari Bogor yang datang.
“Ka mana neng?” Tanya sopi angkot.
“Ke LAPAN, Pak. Kalo angkot yang ke Cicangkal ada gak ya pak?” Tanya Diva.
“Wah kalo ke Cicangkal jarang mbak…”kata sopir angkot.
Ha…??? Lemas-lah kami.
Tapi tak lama kemudian pak Sopir itu berseru (ceilee…berseru…).
“nha itu angkot ke Cicangkal neng…” kata sopir angkot sambil nengok ke belakang.
“Itu pak???” dengan nada setengah gak percaya.
“Iya neng”

Yah…emang setengah gak percaya. Karena ternyata angkotnya tu kayak mobil pribadi, plat item, dan yang naek Cuma 2 orang, tambah kami jadi 5 orang. Bayar lagi 4ribu
Bye..bye..tukang ojeg…

Sampai di Cicangkal, sopir angkot nunjukin kami angkot yang harus kami naiki lagi untuk menuju LAPAN.

“Ka LAPAN kang?” Tanya Andi.
“Iya, ayok…”

Inilah angkot terakhir yang kami naiki dalam perjalanan menuju kantor LAPAN. Dari jalan depan komplek LAPAN, sampai kantor INWAGAN, kami harus jalan sekitar 1km. Sampai di kantor INWAGAN, kami bertemu Pak Deden, staff INWAGAN yang tadi kami telepon.

“wah, nyampe juga. Tadi dah mo saya suruh nebeng truk pasir aja. Kalian beruntung tu, angkot ke Cicangkal tadi adanya cuma pas hari Senin ma Kamis aja” kata Pak Deden.
Naek truk pasir? Ya, soalnya di Janala tadi kayaknya emang tempat penambangan pasir.

Sampai di kantor kita itung2, ongkos untuk menuju Rumpin.
Angkot Bogor-Parung 5ribu
Parung-Rumpin (Janala) 10ribu
Janala-Cicangkal 4ribu
Cicangkal-LAPAN 2ribu
Total 21ribu…!!!!
Sekali jalan 21 rebeng cing…!!!

Di kantor, kami ketemu Pak Cahya, kemudian kita diberi pembimbing dan mulai diskusi dikit dengan pembimbing kami itu. Selebihnya kami Cuma nyantai, istirahat, nge-net, chatting… yah hari pertama kerja ney…
Yeah…dah dapet solusi, dan besok kami akan pindah ke mess LAPAN.

O ya, tahukah kalian kenapa kami kesasar? (tahukah kalian kalo Spongebob pindah???) Padahal kami naik angkot jurusan Rumpin. LAPAN juga di Rumpin.
Begini ceritanya…
LAPAN tu di daerah Rumpin-Bogor. Tapi Rumpin-nya dah di pojok, perbatasan ma Serpong. Jadi mending naik angkot yang ke Serpong, lebih deket ke LAPAN-nya. Dong kan? Pasti dong lah, kan anak fisika…(lah…opo hubungane?)

Dan setelah nyantae di kantor, kami pulang ke workshop jam 4 sore, sekalian biz ashar. Dari LAPAN, naik angkot ke Serpong. 4ribu.
Dari Serpong, naik bis ke Parung. 5 ribu.
Dari Parung, naik angkot ke Bogor (workshop). 5ribu.
Total 14 ribu. 3 angkot, 14 ribu. Lebih murah kan daripada pas berangkat tadi…?
Pas dari Serpong ke Parung, kita naik bis-nya cap berdiri alias kami bergelantungan di bis. Dan pas ada kesempatan untuk duduk, aku duduk duluan. Andi dan Diva masih bertahan sikap sempurna berdiri dengan tangan kanan pegang apapun yang bisa buat nahan berdiri dan tangan kiri pegang tas. Atau dua tangan pegangan pintu bis.
Nha pas ada kesempatan kedua untuk duduk. Diva langsung ambil tempat duduk. Tapi langsung si kenek berseru…”Parung, parung,…” yang artinya ni dah nyampe Parung. Hwahahaha…. Seketika aku ma Andi tergelak. Ngapain duduk Div? ni dah nyampe Parung coy…

Dari Parung, kami naik angkot ke workshop. Sampai workshop, sekitar jam 18.50. Langsung sholat maghrib, mandi, sholat Isya’. Then… sliping lah…
Cuapek banget ni…
Ican,masih di Jakarta. Gak ikut petualangan kami hari ini.

Huff…hari ini, perjuangan lagi. Perjalanan ke kantor hari ini… Sekarang benar2 terasa bahwa setiap hari kami adalah sebuah perjuangan… “Hidup
adalah perjuangan”, sekarang bukan lagi sekedar pepatah bagi kami…


To be continue….



FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 3. We must to hold on…

Hari keenam, Kamis, 3 Juli 2008. Bangun pagi, sholat subuh gak telat. Tapi biz sholat bobo’ lagi. Wah…kemaren adalah hari yang sangat melelahkan bagi kami. Lima hari, rasanya hidup kami habis di jalan. Cuma jalan2 aja. Dan hari ni pun, kami habiskan waktu di rumah.

Akhirnya aku beranikan diri mampir ke rumah si bos, untuk membicarakan apa yang musti kami kerjakan sekarang.

Flash back ke beberapa malam yang lalu, sebelum peluncuran. Setelah kami beli makan malam, pulangnya lewat rumah si bos. Nha pas itu si bos lagi nyantae di depan rumah. Wal hasil, kami di suruh mampir. Ngobrol punya ngobrol, ditanyalah niatan kami jauh-jauh ke Bogor ini. Ya kami bilang, kami mau kerja praktek, yang artinya mempraktekkan ilmu yang dah diperoleh di kuliahan. Tapi yang membuat kami bingung, ilmu apa yang kami praktekkan di INWAGAN???

Surat permohonan izin kerja praktek kami menunjukka bahwa kami mau kerja praktek di bidang MATERIAL DIRGANTARA. Tapi, Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan tidak menyetujuinya karena bidang MatGan belum boleh diakses orang luar. Akhirnya kami “dilempar” ke INWAGAN.

Kembali ke pembicaraan malam itu. Akhirnya dengan nada yakin tapi content bicaranya 80% asal, aku jawab.

“kami mau buat roket untuk ngitung kadar polutan di udara, contohnya kadar CO atau CO2, Pak. Kan sekarang sedang gencar global warming tu. Kami pengen belajar dari bikin PCBnya sampai pasang sensornya.”
“OKE. Bagus itu.” Kata si bos.

Huff…sampai sini posisi kami aman…,tapi setelah itu, beliau bertanya

“Dah bisa mikrokontroler?”

“belum Pak”

“Akses ADC?”

Duh apalagi itu?

“belum juga Pak”

“Lha gimana kalian mau bikin, kalau belum bisa akses ADC, serial, mikrokontroler?”

Sampai disini, posisi kami di ujung tanduk… Kami dah KO… kalah sebelum bertanding…

Satu per satu kami ditanyai, dan kami masih gak ngerti juga musti jawab apa?

“oke, gini aja, kalian ngerjain satu proyek ya…”kata si bos.

Dan malam itu berlalu, tanpa kami tau, apa yang akan kami kerjakan di sini…
Semua rasa campur aduk dalam hati kami masing-masing. Bingung, sedih, pengen pulang, pengen nangis, sesal. Rasanya seperti naik bis, salah jurusan, mau pulang gak ada duit, gak tau musti naik apa, dan kami hanya saling terdiam…

Kembali ke hari Kamis, 3 Juli 2008. Dan setelah pembicaraan yang pendek dengan si bos di rumanya, di workshop kami disidang.

“oke, pernah pake Protel?” Tanya si bos.
“belum Pak”
“Orket?”
“belum Pak”
Denger aja baru sekarang. Batinku.
Tahukah kalian perasaan kami saat itu? Kami sangat terlihat bodoh… Cengok abizzz…

“oke kalian belajar Protel dulu, trus belajar nyolder”

Dan kami pun bagi tugas aku dan Andi belajar protel. Diva dan Ican nyolder. Mungkin kalian pikir, ah nyolder kan gampang. It’s not as easy as you think guys… Solderan harus rapi, kecil2, dsb.
O ya, Protel tu software untuk mbuat PCB. Mulai dari gambar skemanya sampai gambar desain PCB-nya. Seharian itu kami belajar dengan pegawai LAPAN yang ada di situ. Karena dia juga lagi sibuk, gak bisa intens ngajarin kami. Mas Adi namanya…(sori mas, namamu tak publish di sini…thanks ya…). Dan mas Adi ini yang ke depannya, akan sangat membantu dan membela kami…(wah makasih bgt mas, jasamu akan kami kenang sepanjang masa…hehe).
Dan saat malam menjelang, kami pun jalan2 ke toko buku… Lumayan lah ngelepasin stress…melihat Bogor kala malam… Walaupun udah malam, Bogor masih rame dengan orang2 yang baru balik entah dari kantor atau dari mana. Mobilitas orang2nya sangat tinggi. Angkot pun masih rame berkeliaran sampai jam 9-an.


Hari ketujuh, Jumat, 4 Juli 2008. Hari ini pun, kami lalui di workshop. Ada tetangga kami yang meninggal dunia…

Semalam, kami sempat rapat. Membicarakan target2 kita di sini dan apa yang akan kami kerjakan. Muncul banyak ide. Thermometer digital, pengukur kadar polutan,… dan akhirnya kita mau coba bikin thermometer digital aja…

Jumat merupakan hari yang baik. Tapi kondisi kami hari jumat ini tak terlalu baik. Konflik mulai terjadi. Salah dari kami ngotot mau pulang. Dia dah gak pengen ngelanjutin KP lagi. Ini gak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Sekeras apa kami nyegah, dia tetep keukeuh. Tapi akhirnya dia batal pulang, setelah curhat dan di nasehati oleh mas…(ups, maaf namanya tidak boleh disebut. Ada yg sensi. Yang jelas mas ini juga penghuni workshop…bukan mas Adi lho..). Dan malamnya kami diajari dasar2 mikrokontroler ma mas itu tadi (tiiiiiiiiittt…sensor). Mas ini juga yang ke depannya akan jadi informan tepercaya kami tentang dimana si bos dan kapan si bos ke kantor…

Pada saat2 genting, jumat siang itu. Aku masih sempat minta saran Pak Ahmad. Secara, baliau yang nge-link-kan kami dengan LAPAN. Dan beliau memberi kami nasehat untuk ngomong terus terang ke si bos tentang basic ilmu kami dan kondisi kami. Sementara itu, Pak Ahmad juga akan bicara dengan si bos.

Perjuangan pada hari Jumat ini telah kami lalui. Perjuangan melawan ego sendiri. Perjuangan mencari solusi atas masalah2 yang datang. Perjuangan untuk terus bertahan. Dan perjuangan2 lain yang masih harus kami lakukan pada dua puluh tiga hari mendatang….


To be continue…





Selasa, 19 Agustus 2008

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 2. Tinggalkan Ground Zero Zero menuju Safety Area…

Episode 2. Tinggalkan Ground Zero Zero menuju Safety Area…


Hari keempat, Selasa, 1 Juli 2008. Sekitar jam 10.00 kami menuju stasiun peluncuran Roket LAPAN Pameungpeuk. Sempat di kawal petugas keamanan waktu masuk. Tapi selanjutnya lancar aja, setelah kami bertemu si bos di sana. Kemudian kami menuju control room, tempat merakit roket uji muatan (RUM, roket ini produknya INWAGAN) yang akan diluncurkan. Lagi2 kami Cuma liat2, lha gak ada yang bisa kami kerjakan. Nha RUM ini terdiri dari motor roket, muatan roket (badan roket), dan nose (moncong roketnya). Kenapa dinamai Roket Uji Muatan? Karena roket ini memang hanya bertujuan untuk menguji muatan roketnya.Eh…ini kataku sih. Tapi sepertinya memang demikian. Dalam setiap peluncuran atau biasa disebut Uji Terbang Roket (UTR), diluncurkan beberapa roket dgn maksud pengujian yang berbeda2. Ada roket yang diuji bahan bakarnya (propelan); dengan bahan bakar sekian, roket akan mencapai ketinggian sekian, mampu mengangkat beban sekian, lintasannya seperti apa,dsb. RUM menguji muatan roketnya. Pada uji terbang kali ini, ada 3 RUM yang diluncurkan dengan muatan yang berbeda2. Muatan 1, GPS. Muatan 2, kamera CCTV. Dan RUM ketiga, untuk menguji parasut dan spanduk. Kami sempat menuju launching pad, bantu2 masang kabel, liat-liat. Dan selebihnya kami berada di control room, melihat kesibukkan para personel INWAGAN mempersiapkan RUM.


Saat ashar kami kembali ke rumah Andi, istirahat, sholat. Dan ketika sore menjelang, waktunya jalan2...:-) Sekitar jam16.30 kami ke pantai Santolo, dengan berbekal makanan kecil dan minuman. Sunset drive di pantai Santolo,…ajiiiibbb…!!! Pantainya indah banget bozz….sepi,bersih, pas sunset lagi…wah.. apik lah pokok e!!


Hari kelima, Rabu, 2 Juli 2008. Kata pegawai INWAGAN, peluncuran akan dilangsungkan pagi2 bgt, sekitar jam 05.30, sebelum anginnya gede. Karena RUM tidak bisa terbang dengan kecepatan angin sekitar di atas 5 knot. Maka, setelah bergulat dengan udara dingin Pameungpeuk, dan dengan malas harus mandi jam 05.00, kami pun menuju Stasiun Peluncuran Roket sekitar jam 06.00.


“Dari mana mas?” sapa petugas keamanan LAPAN.

“Dari UGM pak?” kata Andi.

“O ya….silakan mas”


Kami masuk ke stasiun peluncuran roket, bertemu kenalan, dan berjalan menuju Launching Pad. Hampir semua orang yang datang adalah orang2 LAPAN dari berbagai Deputi, dengan seragam putih-biru dan atribut LAPAN. Sehingga kami yang pakai baju preman, tampak bagai makhluk asing. Tapi dasar kita cuek, melenggang saja. Mahasiswa UGM…(Halah…)


Tapi, waktu peluncuran agak molor, sekitar jam07.00 atau jam08.00 baru dimulai. Saat yang mendebarkan bagi para engineer roket LAPAN.

Berikut ini spesifikasi roket yang diluncurkan:




ROKET RX70 (100% LOCAL CONTENT)

Uraian

RX 70 LOCON

Misi

All system acceptance test

Panjang total

1358 mm

Diameter luar roket

70 mm

Berat total

9.6 kg

Jenis propelan

HTPB

Berat propelan

2 kg

Grain propelan

Bintang 8

Bahan tabung motor

ASTM A312

Thrust rata-rata

210 kgf

Tekanan ruang bakar rata2

58 atm

Burning time

1.6 detik

Prediksi ketinggian

2.4 m

Mass ratio

0.46

Diagnostic payload

0.24 kg

Potential payload

0.6 kg

Prediksi jarak jangkau

8.6 km


ROKET RX320 (ROKET BALISTIK)

Uraian

RX 3228.02.01

Misi

UJI KUALIFIKASI SISTEM

Panjang total

4755 mm

Diameter luar roket

320 mm

Berat total

598 kg

Jenis propelan

HTPB

Berat propelan

254 kg

Grain propelan

Konfig. Ganda

Bahan tabung motor

ASTM A312

Thrust rata-rata

3500 kgf

Tekanan ruang bakar rata2

80 atm

Burning time

13 detik

Prediksi ketinggian

15 km

Mass ratio

0.46

Diagnostic payload

10 kg

Potential payload

65 kg

Prediksi jarak jangkau

42 km


ROKET RKX 10T03 (ROKET KENDALI)

Uraian

RKX TO3 & TO4

Panjang

1725 mm

Letak COG

101 cm

Diameter

114 mm

Berat total

33.16 kg

Bahan Material

SSA 304

Panjang propelan

400 mm

Diameter propelan

100 mm

Thrust rata-rata

275 kgf

Konfigurasi grain

STAR-7

Burning time

2.5 detik


ROKET UJI MUATAN (RUM)

Panjang roket : 1145 mm

Diameter roket : 76 mm

Berat roket : 4500 mm

Berat propelan : 1000 gram

Panjang propelan : 110 mm

Prediksi ketingggian : 1 km

Roket jenis RUM inilah yang akan dilombakan dalam lomba uji muatan roket antaruniversitas di Jogja. Wanna participate?


“Tim SAE, Tim engineer, segera meninggalkan Ground ZERO ZERO menuju SAFETY AREA. Bunyikan alarm 3 kali. Tekan tombol FIRING. Hitung mundur 20 detik. 20…10,9,8,7,6,5,4,3,2,1…GO…!!!”

Dan wuuuzzzzzzzzz……


Satu per satu dari 14 roket pun diluncurkan…


Selepas dhuhur, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini aku dan Diva nebeng mobil staff LAPAN. Andi dan Ican nebeng mobil si bos.


Perjalanan yang panjang. Dan setelah tersadar, jalan yang kami lalui malam2 (diceritakan di episode 1) itu, dari Pameungpeuk ke Garut, melewati gunung dengan jurang2 terjal yang mempunyai sekitar 400 tikungan (menurut informasi dari orang LAPAN…kurang kerjaan banget ngitungin tikungan..). Kalau sepanjang perjalanan liat jalan terus, dijamin bakalan mual truz muntah…buset dah… Aku, Diva, dan Ican gak abis pikir, bisa2nya Andi idup di daerah ini, gemuk lagi…

Yah nenek moyang asli sini. Mo gimana lagi??” kata Andi pasrah.


Setelah melewati banyak TOL, akhirnya kami sampai di Bogor jam 23.00. Sholat Isya’ dijama’ ma Maghrib, gosok gigi, tanpa mandi, langsung tergeletak bobo’ sampai pagi…


Baru lima hari kami lalui. Masih ada sekitar 25 hari lagi yang harus kami perjuangkan di sini…


To be continue…



Senin, 28 Juli 2008

FROM LAPAN WITH LOVE..Episode 1. Jogja-Jakarta-Bogor-Garut

FROM LAPAN WITH LOVE

....sebuah cerita perjalanan KERJA PRAKTEK di LAPAN....

Episode 1. Jogja-Jakarta-Bogor-Garut

From : Andi.fis.As

Yes, kita jadinya naik kereta.jam 6 sore harus dah nyampe di tugu!!!

Begitu kira2 bunyi sms yang masuk di hape ku sekitar jam 4 sore, 27 Juni 2008. Yupz, aku (yesi), Andi, Diva, dan Ican bakal KP di LAPAN,Bogor. Tapi Ican dah lebih dulu di Jakarta. Kami bertiga, naik kereta jam 18.15 dari stasiun Tugu menuju Jakarta.

Cerita di kereta pun gak kalah aneh,tapi gak perlu tak certain,krn lumayan gak penting. Dan akhirnya sekitar pukul 04.00, 28 Juni 2008, kami bertiga tiba di stasiun Pasar Senen, Jakarta. Hmmpf….ku hirup dulu udara pagi Jakarta . Yeah…nyampe Jakarta juga. Tapi perjalanan masih panjang karena final destination kami bukan Jakarta, melainkan Bogor. Jam 06.00, Ican dateng dgn tampang polos,hanya bawa satu tas yang biasa dia pake kuliah. Sedangkan kami dah kayak mw pindahan aja. Dari Pasar Senen kami meluncur ke Gambir dulu untuk naik KRL ke Bogor. KRL ke Bogor berangkat jam08.40, lumayan lama juga kami nunggu di Gambir. Yah nge-teh dulu lah…

Sampai di stasiun Bogor, kami dah dijemput oleh orang LAPAN dengan mobil, yang tak lain dan tdk bukan adalah Kepala Bidang Instrumentasi Wahana Dirgantara (INWAGAN). Baik ya…??Selanjutnya bapak ini akan disebut “si bos”. Kami meluncur ke suatu tempat yang disebut “workshop” yg merupakan tempat utk ngerjain proyek2 INWAGAN. Untuk beberapa hari ke depan, di tempat inilah kami tinggal.

Siangnya sekitar jam10.30, kami meluncur ke komplek LAPAN Deputi Teknologi Dirgantara, Rumpin,Bogor, untuk ngeliat persiapan roket yang akan diluncurkan tgl 2 Juli 08 di Pameungpeuk, Garut. Di sana ya kami Cuma liat2, secara, kami gak tau apa2 ttg roket apalagi muatannya. Dan sore pun menjelang, kami balik ke workshop. Just for information, perjalanan dari komplek LAPAN ke workshop memakan waktu sekitar 1,5 jam dgn mobil pribadi. Huff …

Hari pertama di Bogor pun berlalu…

Hari kedua, Ahad, 29 Juni 2008, datar aja. Nothing special. We’re at home all day long. Tidur, makan, nonton tipi… wah gak produktif bgt…

Hari ketiga, Senin 30 Juni 2008. Kami memutuskan untuk berangkat ke Pameungpeuk, Garut untuk ikut peluncuran roket. Semua orang LAPAN, berangkat naik mobil ke sana. Dan kami… naik angkutan umum. Di sinilah petualangan kami di mulai…

Dari workshop sekitar jam 08.00 lebih. Pertama, kami naik bis transPakuan sampai terminal. Kedua, dari terminal kami naik bus patas AC ke Bandung, lewat puncak… cihuy… akhirnya liat Puncak juga, biarpun Cuma lewat. Mirip ma Kaliurang, bedanya Cuma di Puncak ada kebun teh. Sampai di Bandung sekitar jam14.30, terminal Leui Panjang. Hmmpf…hirup lagi udara siang Bandung. Tapi uhuk…uhuk…gak segar..Nya heuheuh atuh. Ini teh di terminal… (ya iya lah, ini di terminal. Sunda punya boss..). Kami sholat dhuhur dan ashar dulu. Setelah itu kami makan siang. Teyuz lanjutkan perjalanan ke Garut naik bis kecil.

Jam 18.00, ni baru nyampe Garut-nya, belum nyampe tujuan. Bis menuju Pameungpeuk tinggal 1 itu, dan akhirnya kami naik meski harus berdesak2an. Ican malah duduk deket pintu, padahal udara luar tu duingin bgt. Karena dah malem, jalan yang kami lalui gak terlalu keliatan. Sampai bis kecil ini istirahat di suatu tempat, untuk mempersilakan penumpangnya sekedar makan atau minum kopi, ngangetin badan karena ternyata perjalanan masih panjang. Percaya atau tidak, sepertinya tempat tu gak ada di peta. Sinyal hape aja gak ada. Duh Gusti kami dimana ni…?? Andi, orang asli Pameungpeuk, nyantai aja. Dan perjalanan pun dilanjutkan. Kalian semua musti percaya kalo kami nyampe Pameungpeuk jam23.00. It was a long journey. Gak kebayang kami punya cukup semangat utk sampai Pameungpeuk. Dan setelah itu kami nginep di rumah Andi yang deket Stasiun Peluncuran Roket LAPAN. Tepar sampai pagi.

To be continue….

Jumat, 08 Februari 2008

ada pelangi di bola mataku

assalamu'alaikum...
ih pede bgt ya? pelangi di bola mataku?
hehe,tapi sekarang ane gak akan ngebahas lagu jamrud yang satu itu.
sekarang kita bakal diskusi tentang pelangi yang indah itu,yang sering kita lihat kalo pas abiz ujan...
pelangi terbentuk dari proses dispersi cahaya (halah,opo meneh kuwi?)
hehe,jangan ngambek dulu ya...
gini lho...saat hujan gerimis atau pas abiz hujan ada sinar matahari...
sinar matahari yang polikromatik (gampangannya, terdiri dari banyak warna) itu akan "masuk" ke butiran-butiran air hujan. dalam satu butiran air, cahaya matahari tadi akan dibiaskan,trus di bagian belakang butiran air itu,sinar akan dipantulkan dan dibiaskan lagi "keluar" dari butiran air. saat sinar matahari yang polikromatik itu keluar, satu berkas sinar matahari itu akan diuraikan jadi sinar-sinar monokromatik (hanya terdiri dari satu warna) yang mejikuhibiniu itu.gitu... understood???
musti understood dong?kan pada cerdas2...ya to?
untuk lebih jelasnya, liat baik2 gambar ini...













subhanallah ya...
segitu dulu aja ah...
wassalamu'alaikum...

Selasa, 05 Februari 2008

mengapa langit berwarna biru?

assalamu'alaikum...
pernah gak sih kita mikirin kenapa langit berwarna biru?
emang gak terlalu penting sih,,,tapi masa' gak penasaran sih??
gini lho ceritanya..
cahaya matahari,yang berupa gelombang itu kan polikromatik (apa lagi itu??) alias terdiri dari beberapa warna...
nha warna biru yang notabene punya panjang gelombang pendek menyebar ke segala arah, saat sinar matahari menembus atmosfer...jadi yang keliatan ma mata kita di siang hari,cuma warna biru.



gambar ini dari http://www.kaosblog.com/Purewater/3170/Pertemuan+yang+tak+berujung.html

nha,,,sebagian dari cahaya gelombang pendek (biru dan ungu) menyebar kan,,,yang tersisa secara bersamaan warna kuning.
so, matahari kita keliatan kuning warnanya...
yah semoga cukup mudah dipahami ?
udah dulu ah,,,
wassalamu'alaikum...
lebih jelasnya bisa klik www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=187298&kat_id=298&kat_id1=&kat_id2= - 30k -






Jumat, 01 Februari 2008

fisika?makanan apaan tuh??

assalamu'alaikum..
hehe,,,fisika mah bukan makanan atuh neng...
yah gampangnya ,fisika tu mempelajari segala sesuatu tentang alam dan keteraturan alam. fisika disebut sebagai "father of sciences" karena emang fisika merupakan ilmu yang pertama kali di pelajari daripada disiplin-disiplin ilmu yang lain..awalnya fisika disebut "natural phylosophy".karena fisika butuh suatu bahasa yang bisa menyatakan keteraturan alam dgn lebih singkat,maka lahirlah matematika...dan sampai sekarang 2 ilmu yang paling mesra adalah fisika dan matematika.fisika cakupannya luaaaaas buanget.dari yang kuecil,elektron,foton,dkk sampai yang paling guedhe,kosmos,planet,space,astrofisika,dkk.Dari wujud cair sampai padat.Dari fluida sampai zat padat,dan termasuk plasma...dan...kalau kita perhatikan dgn jeli (baca=kurang kerjaan) seluruh kehidupan kita dipenuhi dgn fisika,ya...karena kehidupan adalah fisika..
huffff...kata orang ,orang-orang fisika tu kurang kerjaan.Ngapain gaya gesek tangan kita di meja aja pake diukur-ukur segala...tapi kalo semua orang berpikir demikian,Archimedes tak kan mengungkapkan hukumnya,begitu pula Newton yang ketiban apel.karena hukum-hukum yang mereka "ungkapkan" konon berawal dari ketidaksengajaan dan kekurangkerjaan mereka dalam memikirkan fenomena alam dlm kehidupan sehari-hari mereka....
begitu saja,lebih lengkapnya bisa dicari di wikipedia atau cari di search engine aja.oke?
so, jangan remehkan kami...
wassalamu'alaikum...

Selasa, 29 Januari 2008

motor,mobil,kereta,pesawat,dkk

yupz,semua lat transportasi tentu tidak jauh dari hukum fisika.
iya to?
lho baru tau?
gini semua alat transportasi itu punya besaran-besaran (sesuatu yg diukur) seperti kecepatan, percepatan,berhubungan juga dengan perpindahan,dll.
kecepatan tu besaran vektor artinye,doi gak cuma punya besar (magnitude) tapi juga punya arah.
ehm,gampangnya,seseorang bilang "mobil itu melaju dgn kecepatan 80 km/jam ke arah barat"
nha kecepatan tu ya "80km/jam ke arah barat" itu.kalo kelajuan cuma "80km/jam"-nya aja, alias kelajuan adl besaran skalar (cuma punya besar ajah...)
yang kebaca di speedometer tu "kelajuannya" (speed) bukan kecepatannya (velocity)
ahh, gak asik...
entar dulu dong,jangan ngambek dulu. terusin dulu bacanya yah...
gini lho,apa sih gunanya kita tau tentang kecepatan,kelajuan,dan segala macemnya tu?
pas SD dulu kan pernah diajrain kan kalo gerak lurus beraturan rumusnya cuma s = v x t (s = jarak, v = kecepatan/kelajuan, t = waktu).So, kita bisa mengira-ira seberapa cepat sepeda moyor atau mobil kita musti melaju untuk sampai ke tujuan.misalnye nih,kalo jarak dari rumah ke kampus ugm 80 km,masuk kuliah jam 07.00,dan sekarang jam 06.00, untuk sampai kampus tepat waktu minimal kelajuan sepeda motorku musti 80 km/jam. hasil ini di dapet dari v = s : t. Ane bilang tadi minimal musti 80 km/jam, kenapa minimal segitu?
Pertama, gerak lurus beraturan hampir gak pernah terjadi,ini ideal bgt,karena gerak ini artinya, kecepatan gak berubah,besarnya konstan dan jalanannya luga luruuuuus terus.ya mana ada?
Kedua,kemungkinan kita akan menemui lampu merah di setiap perempatan besar.
Ketiga,mungkin juga ada "faktor x" yang menghambat perjalanan kita.mungkin lagi ada polisi lagi ngadain pemeriksaan kelengkapan motor,mungkin nemuin banyak polisi kurang kerjaan yg "tidur" di tengah jalan,dan butuh beberapa detik untuk melewati setiap polisi tidur, dan kemungkinan2 lain...
Nha terakhir pesan pemilik blog ini adalah,jaga konsentrasi saat melaju dgn kelajuan tinggi di jalan raya...kalo lampu merah berhenti,karena kalo kena tilang itu akan membuang banyak waktu dan uang Anda...
Dan yang terakhir,gak usah ngebut,telat dikit kan gak pa-pa...(hehe mental orang indonesia ni...)
Atau solusi paling jitu...berangkat lah lebih pagi dari rumah... (nha ni juga bisa dihitung dgn rumus fisika tadi,kira-kira jam berapa kamu musti berangkat dari rumah sebelum kuliah atau kerja)
lho baru nyadar to,kalo untuk hal sepele kayak gini pun ada hukum fisikanya..
untuk penjelasan matematisnya (persamaan differensialnya), gak usah tak jelasin di sini, toh yang baca belum tentu ngerti juga...(yang nulis juga...hehe)

kenalan dulu ah...

Assalamu'alaikum wr wb...
huff...akhirnya ane punya blog juga.First of all, I would like to introduce my blog.
insyaAllah,ni blog bakalan ane isi dengan hal-hal yang berbau fisika. Beee...apa asyiknya?
dari jaman Archimedes ampe jaman Stephen Hawking yang namanya fisika tetep aja bikin eneg.. Hmmm...mungkin itu yang terpikir di otak ente tentang fisika. Eit,tapi entar dulu mbak,mas, di blog ini, ane akan coba nyampein fisika secara simpel. Alamat blognya aja funphysics, yang menurut terjemahan kamus ane (yang tentu gak baku) artinya "fisika tu fun" alias fisika tu asyik...
masa' sih???
yupz...ane sih pengennya kita bisa diskusi tentang hal-hal yang familiar dlm kehidupan kita sehari-hari dari sudut pandang ilmu fisika...
emang ada ya???
ya iya lah...yeee,kemane aje mbak,mas?
ehmm,gak usah bertele-tele...
karena kehidupan itu sendiri adalah fisika...
wassalamu'alaikum wr wb