Hari keenam belas, Senin, 14 Juli 2008. Hari keempatbelas dan kelimabelas (Sabtu,120708 dan Ahad,130708) sudah diceritakan di episode enam. Jadi di episode ini langsung hari keenam belas. Senin ini Andi, Ican , dan Diva berangkat kantor seperti biasa, jam 07.30. aku baru sampai LAPAN sekitar jam 07.30 setelah dari Jogja, dana bru ke kentor sekitar jam 08.30 Jadwal kami minggu ini adalah belajar akses ADC. Maka kami pun mulai mengumpulkan informasi tentang akses ADC. Tapi sebelum itu kami sudah dapat rangkaian DT PROTO dgn mikrokontroler jenis AVR ATmega8, yang kami pinjam dari mas Adi di workshop. Hari ini kami mencoba menjalankan mikrokontroler untuk aplikasi yang paling sederhana yaitu menghidupkan lampu LED.
Untuk menjalankan aplikasi yang diinginkan dari mikrokontroler, rangkaian harus disambungkan dengan sambungan paralel LPT1 ke PC. Sambungan ini untuk “mengisi” mikrokontroler dengan program sesuai dgn aplikasi yang diinginkan melalui ISP (In-System Programming) header. Karena ngeliat tu alat juga pertama kali ini, kami gak tau gimana cara pakainya. Oleh karena itu, kami beranikan diri nanya ke pembimbing kami.
Setelah dicoba-coba ma pembi,bing kami, ternyata mikrokontroler (MK) belum mau bekerja. Dan setelah cukup lama kami bingung dengan permasalahan yang kami hadapi tersebut, akhirnya pembimbing kami menemuka pokok masalahnya. Ternyata MK memerlukan tegangan masukan dari adaptor sebesar 9-12 volt. Sedangkan yang kami pake tadi Cuma 5 volt. Walaupun di datasheet MK menyebutkan VCC (tegangan masukan MK) sebesar 5 volt. Setelah adaptor diganti yang 12 volt dan setelah MK diisi program dgn software pemrogram Code Vision AVR (biasa disingkat CV AVR, dgn bahasa C, tapi software ini khusus untuk pemrogram MK jenis AVR yg diproduksi oleh ATMEL), akhirnya kami berhasil menyalakan lampu LED dengan setting lampu LED hidup-mati.
Berhasil menyalakan lampu LED, kami lanjutkan mencari info tentang akses ADC. Apaan sih ADC? ADC merupakan singkatan dari Analog to Digital Converter. Sensor suhu bekerja dengan mengubah suhu lingkungan menjadi tegangan listrik. Artinya setiap perubahan suhu akan menimbulkan perubahan tegangan. Suhu merupakan contoh tegangan analog yang dicirikan dengan grafik yang kontinyu. Sedangkan data yang bisa dibaca computer adalah data digital (diskrit). Sehingga dibutuhkan “tukang” konversi dari tegangan analog ke data digital yang bernama ADC. Cara baca hasil konversi dari ADC inilah yang kami pelajari minggu ini. Akses ADC membutuhkan program tersendiri dari CV AVR.
Seharian ini itulah yang kami kerjakan. Tentu selain pekerjaan sampingan yang wajib bagi kami yaitu nge-net dan kadang2 chatting juga…hehe…
Hari ketujuh belas, Selasa, 15Juli 2008. Masih seperti biasanya, kami berangkat ke kantor sekitar jam 08.00, nyampai kantor sekitar jam 08.25. Dan seperti biasanya juga, kantor masih sepi, paling baru ada satu dua orang.
Hari ini kami masih mempelajari akses ADC dan serial. Mula- mula buka dulu software Code Vision AVR, trus pake code AVR wizard. Dengan AVR wizard ini kita tinggal mengisikan main program dan inisialisasinya, yang lainnya sudah diisikan oleh software. Tinggal pilih jenis mikrokontrolernya, pilih ADC enable, generate,save,and exit. Udah deh. Njut piye? Truz gimana?
Tidak ada reaksi apapun pada rangkaian. Kami dah bingung. Akhirnya ku beranikan diri sms mas Adi untuk nanya gimana cara akses ADCnya. Dan di balas. Setelah dicoba buat program lagi sesuai instruksi mas Adi, tetap tidak terjadi apa-apa. Wah gimana ni? Pembimbing kami, Pak Sunar, keliatan lagi sibuk. Gak enak kalo ganggu. Akhirnya, kami menyebrang ke ruangan depan untuk nanya pembimbing kami yang satunya, Pak Agus. Beliau langsung nge-cek program kami. Menurut beliau, programnya udah bener, Cuma butuh beberapa revisi. Sekarang main programnya diisi untuk komunikasi serial-nya. Agar data dapat ditampilkan pada LCD.
Disela-sela keasyikan kami membahas ADC dan serial, sembari nge-net, sayup-sayup terdengar suara yang tidak asing bagi kami. Bahkan sering membuat kami bergidik. Ya, tidak salah lagi, itu suara si bos. Hari ini si bos ngantor, dan kami belum nyiapin mental untuk menghadapinya. Dan tentunya seperti biasa, si bos mengundang kami berempat ke ruangannya. (paragrap ini lebay bgt yah…)
“gimana perkembangannya?” kata si bos memulai sidang.
Dengan bangga ku jawab “ kami sudah bisa ngidupin LED pak”
“bisa ngidupin LED , tapi paham gak?” kata si bos langsung menyiutkan nyali.
Tapi untungnya Pak Agus memuji kami “iya pak, bagus ni mahasiswa, sudah bisa ngidupin LED. Tinggal nanti akses serial.”
Ahh, itulah pertolongan Allah pada hamba2nya lewat Pak Agus. Alhamdulillah.
Obrolan kami selanjutnya aku lupa yang jelas hari ini si bos agak lunak. (hehe emangnya kerupuk melempem…).
Kami ditugasi untuk presentasi tentang cara akses ADC, serial, dan sensor suhu LM35. Bagi tugas belajar biar terasa lebih ringan. Aku pilih ngerjain sensor suhu LM35. Dan untungnya pas si bos menghampiri mejaku, aku lagi ngerjain tugas presentasi tersebut. Huff…selamatlah imej ku…hehe…
Saat makan siang aku sempet di ajak ngobrol ma si bos. Ya aku dan si bos emang lumayan bisa ngobrol. Do you know why? Aku dan si bos sekampung. Bisa dibilang tetanggaan. Rumah beliau RW8, rumahku RW7. Bahkan, keponakannya dulu temen SD dan SMP ku. Dan bahkan lagi, om ku temen deket si bos sejak SD sampai SMP. Ini merupakan satu bukti lagi kalo dunia tu sempit, at least menurutku. Dari obrolan singkat ini, aku baru melihat maksud baik si bos. Beliau ingin kami di LAPAN gak Cuma sebulan (yang bener aja…) agar kami bisa lebih membuka wawasan kami tentang “dunia luar”. Jadi, si bos ingin orang MIPA FISIKA gak Cuma berkutat jadi dosen, tentor, guru, tapi juga bisa ke mana-mana. O ya, dah tak critain belum yah kalo si bos ini alumni FISIKA UGM tahun 80-an, semasa FISIKA masih bersatu, belum tercerai berai menjadi FISIKA, ELINS, dan GEOFISIKA. Beliau ni lulusan S1 FISIKA UGM dan S2 TE ITB.
Dari kantin Andi dah sms dan miskol, gak tau apa kalo aku sedang terjebak obrolan dgn si bos. Tapi segera si bos mengakhiri obrolannya dan pulang. Selama seminggu ini beliau akan ke luar
To be continue…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar